Home » » Data Anggota DPR Bolos Versi BK Belum Tentu Benar

Data Anggota DPR Bolos Versi BK Belum Tentu Benar






JAKARTA - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Saan Mustopa, mendesak pimpinan DPR segera memerintahkan Kesetjenan untuk membuka hasil presensi finger print anggota dewan. Pasalnya, kata dia, rekapitulasi absensi DPR yang dibuka oleh Badan Kehormatan (BK) DPR merupakan absensi manual.

"Buka saja finger print-nya, kalau itu dibuka kan yang bolos-bolos itu ketahuan. Pimpinan DPR harus diminta kesekjenan untuk membuka finger print. Kalau sidik jari kan enggak bisa dimanipulasi. Nanti kan yang tetap mana, dan itu kan dalam masa sidang pendek, kebetulan misalnya ada yang rajin tetap pas sidang pendek itu tidak bisa datang bagaimana," kata Saan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Kata dia, hasil rekapitulasi absensi DPR yang dipublikasikan ke publik oleh BK tidaklah berimbang karena hanya absensi manual saja. Tentu kata dia, harus dibandingkan dengan absensi sidik jari yang sudah dibeli dengan mahal oleh Kesekjenan.

"Makanya dibuka, jangan yang manual. Nanti kan dibandingkan. Kalau misalnya dibanding beberapa masa sidang yang lama ya enggak bisa dong," jelas dia.

Bagi dia, bila absensi sidik jari DPR tak segera dibuka maka akan sia-sia. "Sia-sialah kalau finger print enggak dibuka. Tujuannya kan itu agar anggota dewan rajin, kalau sudah dibeli tapi enggak dibuka ya percuma," tegas Wasekjen DPP PD itu.

2 komentar: