Jenis-Jenis Virus Komputer


Berikut ini akan dibahas jenis-jenis virus yang penulis simpulkan dari berbagai sumber, baik sumber pustaka maupun sumber dari internet.
• Berdasarkan Teknik Pembuatannya
a. Virus yang dibuat dengan compiler
Adalah virus yang dapat dieksekusi karena merupakan virus yang telah di compile sehingga menjadi dapat dieksekusi langsung. Virus jenis ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan sampai sekarang terus berkembang pesat. Biasanya virus jenis ini dibuat dengan bahasa pemrograman tingkat rendah yang disebut dengan assembler, karena dengan menggunakan assembler program yang dihasilkan lebih kecil dan cepat, sehingga sangat cocok untuk membuat virus.
b. Virus Macro
Virus Macro adalah virus yang memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi tertentu seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowePoint, Corel WordPerfect, dan sebagainya. Tujuan dari fasilitas pemrograman modular ini adalah untuk memberikan suatu kemudahan serta membuat jalan pintas bagi aplikasi tersebut. Sayangnya fungsi ini dimanfaatkan oleh pembuat-pembuat virus untuk membuat virus didalam aplikasi tersebut. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.
c. Virus Script/ Batch
Pada awalnya virus ini lebih dikenal dengan virus batch karena dulu terdapat pada file batch yang terdapat pada DOS, sekarang hal ini telah berganti menjadi script. Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML dibuat dengan menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.

• Berdasarkan yang dilakukan
a. Virus Boot Sector
Virus Boot Sector adalah virus yang memanfaatkan gerbang hubungan antara komputer dan media penyimpan sebagai tempat untuk menularkan virus. Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
b. Virus File
Virus file merupakan virus yang memafaatkan suatu file yang dapat diproses langsung pada editor DOS, seperti file berekstensi COM, EXE, beberapa file overlay, dan file BATCH. Virus umumnya tidak memiliki kemampuan untuk menyerang di semua file tersebut. Virus file juga dikelompokkan berdasarkan dapat atau tidaknya tingga di memory.
c. Virus System
Virus sistem merupakan virus yang memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Contohnya adalah file dengan berekstensi SYS, file IBMBIO.COM, IBMDOS.COM, atau COMMAND.COM.
d. Virus Hybrid
Virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.
e. Virus Registry WIndows
Virus ini menginfeksi operating system yang menggunakan Windows 95/98/NT biasanya akan mengadakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry Windows sebab registry adalah tempat menampung seluruh informasi komputer baik hardware maupun software. Sehingga setiap kali kita menjalankan Windows maka virus akan dijalankan oleh registry tersebut.
f. Virus Program Aplikasi
Virus ini merupakan virus Macro, menginfeksi pada data suatu program aplikasi tertentu. Virus ini baru akan beraksi apabila kita menjalankan program aplikasi tersebut dan membuka data yang mengandung virus.

• Berdasarkan media penyebarannya
a. Penyebaran dengan media fisik
Media yang dimaksudkan bisa dengan disket, CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory), harddisk, dan sebagainya. Untuk CD-ROM, walaupun media ini tidak dapat dibaca tetapi ada kemungkinan suatu CD-ROM mengandung virus tertentu, walaupun kemungkinannya kecil, tetapi seiring dengan berkembangnya alat CD-R/CD-RW yang beredar dipasaran maka kemungkinan adanya virus didalam CD-ROM akan bertambah pula. Untuk saat ini virus jenis ini yang menjadi dominan dari seluruh virus yang ada. Virus ini akan menular pada komputer yang masih belum tertular apabila terjadi pengaksesan pada file/media yang mengandung virus yang diikuti dengan pengaksesan file/media yang masih bersih, dapat juga dengan mengakes file/media yang masih bersih sedangkan di memori komputer terdapat virus yang aktif.
b. Penyebaran dengan Media Internet
Akhir-akhir ini virus yang menyebar dengan media sudah semakin banyak, virus ini biasanya menyebar lewat e-mail ataupun pada saat kita mendownload suatu file yang mengandung virus. Juga ada beberapa virus yang secara otomatis akan menyebarkan dirinya lewat e-mail apabila komputer memiliki hubungan ke jalur internet.

Gejala Komputer Yang Terkena Virus



Jika Anda mencurigai atau tahu bahwa komputer Anda terifeksi virus komputer, dapatkan perangkat lunak antivirus terbaru. Berikut ini adalah beberapa indikator utama di mana komputer mungkin terinfeksi:
• Komputer berjalan lebih lambat dari biasanya.
• Komputer berhenti merespons, atau seringkali terkunci.
• Komputer macet, kemudian me-restart setiap beberapa menit.
• Komputer me-restart dengan sendirinya. Selain itu, komputer berjalan tidak seperti biasanya.
• Aplikasi di dalam komputer tidak bekerja dengan benar.
• Disk atau disk drive tidak dapat diakses.
• Anda tidak dapat mencetak item dengan benar.
• Anda melihat pesan kesalahan yang tidak biasa.
• Anda melihat menu dan kotak dialog yang berubah bentuk.
• Terdapat ekstensi ganda si lampiran yang baru Anda buka, seperti ekstensi .jpg, .vbs, .gif, atau .exe.
• Program antivirus dinonaktifkan tanpa alasan. Selain itu, program antivirus tidak bisa direstart.
• Program antivirus tidak bisa diinstal di komputer, atau program antivirus tidak berjalan.
• Ikon-ikon baru bukan milik Anda bermunculan di desktop, atau ikon tersebut tidak berhubungan dengan program yang diinstal baru-baru ini.
• Suara atau musik aneh muncul dari speaker secara tiba-tiba.
• Program hilang dari komputer walaupun Anda tidak sengaja menghapus program.
Catatan Gejala-gejala ini merupakan tanda infeksi. Meskipun demikian, tanda-tanda ini juga dapat disebabkan oleh masalah perangkat keras atau perangkat lunak yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan virus komputer. Kecuali jika Anda menjalankan Alat Penghapus Perangkat Lunak Berbahaya dari Microsoft, kemudian Anda menginstal perangkat lunak antivirus standar industri terbaru di komputer Anda, maka Anda tidak bisa memastikan apakah komputer terinfeksi virus komputer atau tidak.

Gejala virus worm dan trojan di dalam pesan email
Pada saat virus komputer menginfeksi pesan email atau menginfeksi berkas lain di komputer, Anda mungkin melihat gejala berikut ini:
• Berkas yang terinfeksi mungkin membuat salinan dirinya sendiri. Perilaku ini mungkin menggunakan semua ruang bebas di hard disk.
• Salinan berkas yang terinfeksi mungkin dikirim ke semua alamat di daftar alamat email.
• Virus komputer mungkin memformat kembali hard disk. Perilaku ini akan menghapus berkas dan program.
• Virus komputer mungkin menginstal program yang disembunyikan, seperti perangkat lunak bajakan. Perangkat lunak bajakan kemudian disebarluaskan dan dijual dari komputer.
• Virus komputer mungkin mengurangi keamanan. Tindakan ini bisa membuat pengacau untuk mengakses komputer atau jaringan dari jauh.
• Anda menerima pesan email yang memiliki lampiran aneh. Ketika Anda membuka lampiran, kotak dialog akan muncul, atau terjadi penurunan tiba-tiba pada performa sistem.
• Seseorang mengatakan kepada Anda bahwa mereka telah menerima pesan email dari Anda yang berisi berkas terlampir yang tidak pernah Anda kirim. Berkas yang dilampirkan ke pesan email memiliki ekstensi seperti ekstensi .exe, .bat, .scr, dan .vbs.

Gejala yang mungkin hasil dari fungsi Windows biasa
Infeksi virus komputer mungkin menyebabkan masalah berikut ini:
• Windows tidak berjalan walaupun Anda tidak membuat perubahan sistem apa pun atau walaupun Anda belum menginstal atau menghapus program.
• Terdapat kegiatan modem yang berkali-kali. Apabila Anda memiliki modem eksternal, Anda mungkin melihat cahaya yang berkedip-kedip pada saat modem sedang digunakan. Anda mungkin secara tidak sengaja menyediakan perangkat lunak bajakan.
• Windows tidak berjalan karena berkas sistem penting tertentu hilang. Selain lagi, Anda menerima pesan kesalahan yang mendaftar berkas-berkas yang hilang.
• Komputer terkadang start sesuai yang diharapkan. Namun, di lain waktu, komputer berhenti merespons sebelum ikon desktop dan taskbar muncul.
• Komputer berjalan sangat lambat. Dan lagi, komputer memerlukan waktu yang lebih lama daripada yang diharapkan untuk me-restart.
• Anda menerima pesan kesalahan tentang memori walaupun komputer memiliki RAM yang cukup.
• Program baru diinstal dengan tidak tepat.
• Windows secara spontan me-restart dengan tiba-tiba.
• Program yang digunakan untuk menjalankan Windows seringkali berhenti merespons. Bahkan ketika Anda menghapus dan menginstal kembali program, permasalahan mulai muncul.
• Utilitas disk seperti Scandisk melaporkan banyak kesalahan disk yang serius.
• Partisi hilang.
• Komputer selalu berhenti merespons saat Anda mencoba untuk menggunakan produk Microsoft Office.
• Anda tidak bisa menjalankan Manajer Tugas Windows.
• Perangkat lunak antivirus menunjukkan adanya virus komputer.
Catatan Masalah ini mungkin juga terjadi karena fungsi Windows yang biasa atau masalah pada Windows yang tidak disebabkan oleh virus komputer.

Kemampuan Dasar Virus Komputer


Definisi umum virus komputer adalah program komputer yang biasanya berukuran kecil yang dapat meyebabkan gangguan atau kerusakan pada sistem komputer dan memiliki beberapa kemampuan dasar, diantaranya adalah :

· Kemampuan untuk memperbanyak diri
· Kemampuan untuk menyembunyikan diri
a. Menghadang keluaran ke layar selama virus bekerja, sehingga pekerjaan virus tak tampak oleh user.
b. Program virus ditempatkan diluar track2 yang dibuat DOS (misalkan track 41)
c. Ukuran virus dibuat sekecil mungkin sehingga tidak menarik kecurigaan.
· Kemampuan untuk mengadakan manipulasi
Rutin manipulasi ini dibuat untuk :
a. Membuat tampilan atau pesan yang menggangu pada layer monitor
b. Mengganti volume label disket
c. Merusak struktur disk, menghapus file-file
d. Mengacaukan kerja alat-alat I/O, seperti keyboard dan printer
· Kemampuan untuk mendapatkan informasi
· Kemampuan untuk memeriksa keberadaan dirinya



Resiko Virus pada Komputer


Virus dapat menjangkau komputer Anda melalui berbagai macam cara, diantaranya adalah sebagai berikut:

Program dan dokumen
Program komputer dan juga dokumen dapat terinfeksi oleh virus. Ketika Anda men-sharing program atau dokumen tadi kepada rekan-rekan Anda yang lain, maka hal ini akan membuat penyebaran virus akan semakin luas apalagi jika menyebar melalui jaringan LAN kantor Anda atau bahkan melalui internet.

Internet
Anda bisa saja men-download program atau dokumen yang sudah terinfeksi virus dari internet. Celah keamanan pada komputer Anda dapat membuat virus untuk memanfaatkannya. Virus dapat menular ke komputer Anda melalui internet secara otomatis tanpa Anda melakukan apa-apa sebelumnya.

E-mail
Email yang Anda terima setiap hari dapat saja membawa virus melalui attachment. Begitu Anda menjalankan program atau dokumen yang ada pada attachment tadi, maka komputer Anda akan terinfeksi oleh virus. Beberapa e-mail bahkan dapat mengandung script berbahaya yang akan dijalankan begitu Anda melakukan preview terhadap e-mail atau membaca isi dari e-mail Anda.

CD atau disket
Disket dapat membawa virus pada boot sector-nya. CD atau disket juga bisa berisi program yang sudah terinfeksi oleh virus.

File-file apa saja yang bisa diinfeksi oleh virus?
Virus dapat menempelkan dirinya pada apa saja yang berjalan pada komputer Anda. Apa sajakah hal tersebut? Simak saja penjelasan berikut ini.

Program
Beberapa virus mampu untuk menginfeksi program komputer. Jika Anda menjalankan program yang sudah terinfeksi virus tadi, maka kode virus secara otomatis juga akan dijalankan pertama kali. Virus-virus jenis ini muncul pada saat awal-awal munculnya virus di dunia komputer dan sampai sekarang masih merupakan ancaman yang serius apalagi dengan perkembangan internet yang mampu untuk mendistribusikan program dengan cepat ke seluruh dunia.

Dokumen
Word processing atau spreadsheet, seperti MS Word atau MS Excel, seringkali menggunakan macro untuk mengotomatisasi suatu pekerjaan. Beberapa virus memanfaatkan fasilitas macro ini untuk menyebarkan dirinya sendiri ke dokumen yang lainnya. Jika Anda menjalankan dokumen yang mengandung virus macro ini, maka dia akan meng-copy dirinya ke startup program yang membuka dokumen tersebut dan akhirnya bisa menulari dokumen lainnya yang masih bersih dari virus.

Boot sector
Ketika Anda menghidupkan komputer, maka komputer akan mengakses suatu bagian pada disk yang disebut dengan "boot sector" dan akan menjalankan program yang nantinya akan memulai sistem operasi. Pada jaman awal-awalnya virus komputer, seringkali area boot sector ini ditumpuki dengan kode virus, sehingga ketika komputer dinyalakan dan mengakses boot sector, maka kode virus secara otomatis akan dijalankan pula.

Virus e-mail
Kebanyakan virus e-mail ini sangat tergantung dari user yang mengklik dokumen atau program yang ada pada attachment e-mail. Ini akan menimbulkan virus untuk mem-forward dokumen yang terinfeksi tadi kepada alamat e-mail yang lainnya. Virus Netsky sebagai contoh, mampu mencari file-file dalam komputer Anda yang berisi alamat e-mail (misalnya HTML file atau file dalam format EML), dan akan menggunakan program e-mail yang ada pada komputer Anda untuk mengirimkan dokumen yang terinfeksi ke alamat-alamat e-mail yang sudah didapat tadi.

Beberapa virus lainnya seperti Sobig-F bahkan sudah tidak memerlukan program e-mail pada komputer Anda untuk mengirimkan e-mail, tetapi mereka memiliki SMTP engine sendiri untuk mengirimkan e-mail. E-mail virus ini bisa menguasai komputer Anda atau bahkan mencuri data. Tetapi target utama dari jenis virus e-mail ini biasanya akan menimbulkan trafik e-mail yang sangat besar dan membuat server menjadi crash.

Sekali lagi hati-hatilah terhadap attachment pada e-mail Anda. Bahkan attachment dengan ekstensi .txt juga dapat berbahaya karena seringkali dibelakangnya masih ada ekstensi lagi misalnya .vbs yang dapat berisi script dari virus.

Tools Untuk Menganalisa Suatu Virus


Virus-virus yang tersebar di internet semakin hari bertambah banyak sehingga banyak perusahaan-perusahaan penyedia antivirus seperti kaspersky, McAffe, Norton dan sebagainya berlomba-lomba membuat antivirus yang sangat ampuh.

Pembuatan suatu antivirus sendiri tentunya tidak bisa lepas dari pengenalan virus itu sendiri. Kita harus menganalisa cara kerjanya, apa saja yang mampu di perbuat oleh virus itu, apa saja yang diinfeksi dan sebagainya.

Untuk melakukan analisa suatu virus biasanya membutuhkan tool-tool yang dapat menganaliasa suatu virus secara mendetail dan cepat.
Berikut terdapat beberapa tools yang dapat anda gunakan untuk menganalisa suatu virus:

1. Malcode Analysis Pack
(http://labs.idefense.com/software/download/?downloadID=8)
Tool ini terdiri dari bermacam-macam aplikasi yang dapat membantu anda menganalisa suatu malcode.
Contohnya seperti ShellExt, socketTool, fakeDNS, Sheilcode2Exe dan sebagainya.

2. Autorun For Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb963902.aspx)
Aplikasi ini digunakan untuk mengetahui lokasi auto-starting dari startup monitor yang berada di windows. Aplikasi ini akan menunjukkan program yang berjalan saat sistem melakukan bootup atau login.

3. RegMon for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896652.aspx)
Tool ini bisa menampilkan aplikasi mana saja yang sedang melakukan akses registry pada sistem anda. Semua akan ditampilkan secara real-time.

4. FileMon for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896642.aspx)
Tool ini akan menampilkan system activity dari sebuah file dalam operating system secara real-time.

Download Anti Virus Gratis Yang Legal Dan Ampuh


Download anti virus gratis menjadi alternatif untuk mengatasi virus komputer yang menjengkelkan dan membahayakan. Saya lebih memilih download anti virus gratis yang legal di internet daripada membeli CD antivirus bajakan yang dijual atau disewakan di pasaran.

Jika kita meng-install antivirus dari CD yang dijual di toko-toko misalnya ,dari Mangga Dua biasanya hanya produk bajakan yang merupakan dimodifikasi /crack dari produk resmi berbayar misalnya Norton Anti Virus, McAfee dll. Menggunakan CD installer bajakan, termasuk CD antivirus bajakan, selain melangar hak cipta bisa jadi membahayakan komputer kita karena bisa saja software bajakan tersebut malah disisipi virus secara tersembunyi.

Cara yang aman menggunakan antivirus adalah menggunakan antivirus yang legal, nah kalau mau membeli antivirus yang legal mungkin banyak yang keberatan. Maka solusinya cari antivirus yang gratis, legal, dan ampuh menanggulangi virus-virus terbaru. Agar bisa membasmi virus-virus komputer terbaru maka pastikan antivirus anda selalu diupdate.

Namun harap hati-hati jika anda mencari free antivirus di internet, jangan sembarangan download antivirus gratis , salah-salah anda malah mendapatkan antivirus palsu yang malah membahayakan komputer anda.

Antivirus apa yang gratis, legal dan ampuh? Saya merekomendasikan gunakan Avast! Home Edition Free Antivirus Software yang bisa di-download gratis di websitenya Avast. Saya sudah 2 tahun menggunakan antivirus tersebut yang pertama kali saya dapat dari bundel CD PCPlus, dan kinerja anti virus tersebut cukup ampuh dan selalu terupdate otomatis dan gratis jika komputer kita terhubung ke internet.

Sudah tidak terhitung jumlah virus dan program jahat yang tertangkap oleh free antivirus Avast di komputer saya. Saat saya membuka situs yang terdapat script jahat pun Avast bisa mendeteksi dan mencegah koneksi ke server yang terdapat script jahat tersebut. Saat saya mau menginstal suatu software bajakan kadang Avast juga memberitahu jika installer atau crack software saya itu mengandung virus.

Jika anda sudah download antivirus gratis tersebut, dan menginstalnya, maka dalam 60 hari anda diharuskan registrasi dengan gratis untuk mendapat user license. Anda hanya butuh sekali registrasi,setelah itu antivirus bisa digunakan dan terupdate otomatis seterusnya.
Selamat mencoba Avast Free Antivirus Software ..

Cara Kerja Virus Komputer


Virus merupakan suatu program komputer yang memiliki kemampuan untuk merusak file atau merusak sistem komputer. Virusmemiliki berbagai jenis dan mempunyai cara kerja yang berbeda-beda,
Berikut Jenis-jenis virus dan cara kerja masing-masing virus :
1. Virus File
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi aplikasi atau dokumen yang ada dalam komputer anda.
Saat aplikasi yang terinfeksi tersebut dijalankan, maka virus ini akan menyebar dengan cara menginfeksi semua file atau dokumen yang diakses oleh aplikasi tersebut.
2. Virus Boot Sector
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi boot sector harddisk (boot sector merupakan sebuah daerah dalam hardisk yang pertama kali diakses saat komputer dihidupkan).
Jika virus boot sector ini aktif, pengguna tidak akan bisa membooting komputernya secara normal.
3. Virus E-mail
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menyebar melalui e-mail (biasanya dalam bentuk file lampiran/attachment).
Virus memiliki ciri khusus berupa ekstensi .scr, .exe, .pif, atau .bat.
Apabila Virus ini aktif, maka dia akan mengirimkan dirinya sendiri ke berbagai alamat e-mail yang terdapat dalam buku alamat pengguna.
4. Virus Multipartite
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi file-file komputer sekaligus boot sector pada harddisk.
Virus jenis ini akan menimbulkan banyak masalah karena menyebabkan kerusakan yang fatal.
5. Virus Polimorfis
Virus ini mempunyai cara kerja yang unik yaitu virus ini dapat mengubah kode dirinya (berganti wujud) saat menyebarkan diri ke komputer lain
Virus jenis lebih sulit dideteksi karena mempunyai sifat seperti itu..
6. Virus Siluman (stealth virus)
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu dia mampu Menyembunyikan dirinya dengan cara membuat sebuah file yang terinfeksi seolah-olah file tersebut tidak terinfeksi.
7. Virus Makro
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi Aplikasi Microsoft Office, seperti Word dan Excel.
Biasanya Dokumen yang terinfeksi oleh Virus Makro akan memodifikasi perintah yang ada di Microsoft Office seperti perintah “Save” untuk menyebarkan dirinya saat perintah tersebut dijalankan.

Tips-Tips Membuat AntiVirus

 
Jika komputer kita terserang virus, kita pasti akan merasa sebal sekali, sampai-sampai ingin rasanya menghilangkan seluruh virus komputer yang ada di muka bumi ini supaya tidak ada yang mengganggu lagi..
Kemudian, terinspirasilah untuk membantu mereka-mereka yang tidak berdaya dalam menghadapi virus komputer dengan membuat anti-virus. Akan tetapi, anti-virus yang bagaimanakah yang harus dibuat dan cara membuatnya?
Berikut tips & triknya:
1.    Harus Mengerti mengenai seluk beluk sistem komputer dan bahasa pemrograman.
Ini merupakan dasarnya. Jika tidak benar-benar mengerti mengenai sistem komputer, dikhawatirkan ketika sedang mengutak-atik malah akan merusak sistem sendiri. Bahasa pemrograman adalah bahasa yang digunakan oleh komputer kita. Jika kita tidak tahu bahasa pemrograman, bagaimana bisa membuat program yang dimengerti oleh komputer? Usahakan seminimal mungkin 1 bahasa pemrograman saja, akan tetapi harus benar-benar dimengerti.
2.    Cari tahu efek dari virus yang diteliti.
Untuk membuat suatu obat, kita harus tahu obat itu digunakan untuk penyakit apa. Begitupula dengan antivirus, supaya tahu seperti apa antivirus yang akan dibuat, kita harus tahu bagaimana cara kerja dan efek dari virus yang akan dibuat antivirusnya.
3.    Tahu bagian-bagian yang rawan terkena/daerah serangan virus
Kerja antivirus akan lebih efektif jika tahu bagian-bagian mana saja yang merupakan daerah serangan virus, agar si antivirusnya dapat langsung menuju ke daerah tersebut.

Ada 3 komponen utama yang harus dimiliki suatu Anti-virus:
1.    Daftar/Database Virus
Berisi nama, jenis, dan kode virus. Jika kita sedang meng-update Antivirus, maka yang sedang kita update adalah database virus.
2.    Aplikasi AntiVirus
Pencari kode virus untuk dimusnahkan
3.    User
Orang yang mengoperasikan Antivirus. Jika tidak ada yang user, maka antivirusnya tidak bisa beroperasi.
Jika salah salah 1 ada yang hilang, maka tidak bisa disebut sebagai program AntiVirus.

Struktur Kode AntiVirus
1.    Kode Aplikasi
2.    Kode Metode
3.    Kode Virus List
4.    Kode Manipulasi
5.   Kode Penghentian Proses Virus
6.   Kode Perbaikan Sistem

1)    Kode Aplikasi
Kode yang membentuk aplikasi luar antivirus. Misalnya membentuk tampilan utama Antivirus. Diperlukan perancangan form dan kode aplikasi agar antivirusnya dapat dikembangkan dengan mudah.

2)    Kode Metode
Ada beberapa metode yang digunakan untuk memeriksa virus, yaitu:
o   Metode Nama dan Ukuran file
Metode ini mencocokkan nama dan ukuran file untuk mencari virus.
Metode ini memiliki banyak kelemahan, diantaranya:
-          Jika ada file kita yang nama dan ukurannya sama, maka akan dianggap sebagai virus dan akan dihapus.
-          Jika file virus namanya berubah-ubah. Contoh: virus brontok.
-          Lambat dalam mendeteksi virus.
o   Metode Pemeriksaan isi file
Mendeteksi  file virus dengan memeriksa isi dari file tersebut.
Ada beberapa kelemahan:
-            Lambat
-            Menggunakan bahasa Assembly (bahasa tingkat rendah)
o   Metode CRC32
Mendeteksi antivirus dengan acuan nilai crc32. Nilai crc32 adalah nilai yang didapat dari nama dan besar file yang dibandingkan dengan tabel crc32 yang sudah ada acuannya.
Kelebihannya:
-            Kesalahan perhitungan crc32 oleh apilkasi antivirus sangat kecil
-            Kemungkinan adanya 2 file berbeda dengan nilai crc32 sangat kecil.
-            Menggunakan bahasa tingkat tinggi

3)    Kode Virus List (Database)
Berguna untuk memanipulasi datebase virus yang berisi list virus. Dibuat dengan format dapat ditambahkan (update), karena macam virus semakin lama semakin banyak.

4)    Kode Manipulasi
Berguna untuk memanipulasi file virus atau menangani file virus yang telah terdeteksi. Apakah virus tersebut akan dihapus, dikarantina, atau diperbaiki.

5)    Kode Penghentian Proses Virus
Berguna untuk menghentikan proses yang dijalankan oleh virus. Setiap virus memiliki file induk virus yang menjalankan proses virus. Suatu file tidak akan bisa dihapus bila file tersebut masih sedang melakukan proses. Oleh karena itu, proses virus harus dihentikan dulu bila ingin dihapus, dengan menggunakan kode penghentian proses virus.

6)    Kode Perbaikan Sistem
Sebuah antivirus harus memiliki kode untuk memperbaiki sistem komputer yang telah diacak-acak oleh virus, agar sistem berjalan dengan normal lagi.